ANAK DAN REMAJA
ASRAMA YANG BERVARIASI
Asrama
merupakan tempat untuk menitipkan anak
pada suatu yayasan atau lembaga tertentu karena adanya alasan-alasan dan faktor
yang membuat orang tua atau keluarga anak tersebut dengan terpaksa
menitipkannya di asrama milik yayasan atau lembaga. Anak/remaja yang tinggal
diasramapun berfariasi mulai dari SD,SMP, maupun SMK. Kebanyakan orang tua menitipkan anaknya keasrama
karena faktor ekonomi yang menghambat dalam proses pendidikan, perkembangan
watak maupun dalam relasinya terhadap orang lain. Anak/remaja yang seharusnya
mampu untuk memperoleh pendidikan baik itu dibidang akademis maupun
non-akademis harus tersendat oleh perekonomian dari keluarganya, inilah yang
membuat atau mendorong orang tua anak/remaja tersebut untuk melepaskan anak/remaja
mereka agar diasuh oleh orang lain dibawah naungan yayasan atau lembaga yang
bersangkutan. Namun saat ini banyak dari anak/remaja asrama yang bila diukur
dari segi ekonomi, sebenarnya mereka sangat berkecukupan. Namun karena ada
faktor lainlah yang mengharuskan (tidak terpaksa) menitipkan anaknya ke asrama.
Namun
hidup dalam asramapun tidak selalu berjalan dengan mulus, banyak sekali
masalah-masalah yang dapat ditemukan dalam sebuah asrama. Masalah ini sering
disebabkan oleh faktor dari anak/remaja itu sendiri yang sebagaimana dalam
menjalani pertumbuhan dan perkembangan wataknya menuju kedewasaan. Masa ini
membuat dia ingin hidup bebas tanpa adanya suatu aturan dan kekangan. Namun juga
ada anak/remaja yang begitu patuh pada aturan yang berlaku, sehingga membuatnya
hidup untuk aturan bukannya aturan untuk hidup. Inipun dapat
menjadi masalah dalam perkembangan watak kepribadiannya kedepan.
Dalam
pengalaman saya tinggal kurang lebih empat tahun di asrama, saya melihat begitu
banya perbedaan yang sangat menonjol tergantung oleh alasan mereka sebelumnya
dimasukan kedalam asrama itu. Saya kemudian membedakan atau menggolongkan
anak/remaja yang tinggal didalam lingkungan asrama menjadi empat:
1. Anak/remaja
dari keluarga tidak mampu.
2. Anak/remaja
dari keluarga broken home.
3. Anak/remaja
bermasalah.
4. Anak/remaja
yang nakal.
Dalam tulisan ini saya akan membahas satu persatu anak/remaja yang sudah saya
golongkan tadi dari segi moral, segi mental, segi pergaulan, dan segi prestasi.
1. Anak/remaja
dari keluarga tidak mampu.
Anak/remaja dari keluarga tidak mampu adalah mereka yang berada dalam kondisi dimana keadaan perekonomian keluarga itu tidak memungkinkannya untuk bisa mendapatkan hak-hak yang seharusnya ia dapatkan.
Anak/remaja dari keluarga tidak mampu adalah mereka yang berada dalam kondisi dimana keadaan perekonomian keluarga itu tidak memungkinkannya untuk bisa mendapatkan hak-hak yang seharusnya ia dapatkan.
a. Segi
Moral
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung penurut, apalagi terhadap orang yang lebih tua dari mereka. Mereka memiliki sopan santun yang baik kepada semua orang apalagi yang baru mereka kenal. Selain iru mereka memiliki tatakrama yang halus, dalam berbicara, bertingkah laku, maupun dalam beraktifitas.
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung penurut, apalagi terhadap orang yang lebih tua dari mereka. Mereka memiliki sopan santun yang baik kepada semua orang apalagi yang baru mereka kenal. Selain iru mereka memiliki tatakrama yang halus, dalam berbicara, bertingkah laku, maupun dalam beraktifitas.
b. Segi
Mental
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki mental yang kuat. Mereka dalam kondisi apapun tetap mensyukuri, mengingat dirumah mereka jauh lebih berkekurangan dari pada saat mereka hidup dalam sebuah komunitas diasrama.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki mental yang kuat. Mereka dalam kondisi apapun tetap mensyukuri, mengingat dirumah mereka jauh lebih berkekurangan dari pada saat mereka hidup dalam sebuah komunitas diasrama.
c. Segi
Pergaulan
Anak/remaja dalam golongan ini cendurung terbuka dan memiliki banyak teman, mereka mudah sekali bergaul dengan orang lain. Didukung dengan sopan santun yang baik membuat orang yang ada disekitarnya merasa nyaman dengannya.
Anak/remaja dalam golongan ini cendurung terbuka dan memiliki banyak teman, mereka mudah sekali bergaul dengan orang lain. Didukung dengan sopan santun yang baik membuat orang yang ada disekitarnya merasa nyaman dengannya.
d. Segi
Prestasi
Anak/remaja dalam golongan ini rata-rata
memiliki semangat belajar dan semangat kerja yang luar biasa. Kebanyakan dari
mereka belajar dan bekerja dengan tekun. Maka tak heran kalau dulu saya sering
mendengar sejumlah anak/remaja dari golongan ini mampu mendapatkan sejumlah
prestasi baik dibidang akademis maupun dibidang non-akademis, bahkan beberapa
dari mereka mendapatkan beasiswa dari pemerintah berkat prestasi yang mereka
peroleh.
2. Anak/remaja
dari keluarga broken home
Anak/remaja dari keluarga broken home adalah mereka yang menjadi korban dari pecahnya suatu rumah tangga (suami & isteri), sehingga mereka dipaksa untuk bisa hidup tanpa adanya perhatian penuh dari orang tuanya. Biasanya mereka dipaksa untuk mengikuti salah satu dari orang tua mereka atau bahkan ditinggal oleh kedua orang tua mereka dan hidup bersama orang lain, dan ini menyebabkan kondisi psikologi mereka tertekan oleh keadaannya.
Anak/remaja dari keluarga broken home adalah mereka yang menjadi korban dari pecahnya suatu rumah tangga (suami & isteri), sehingga mereka dipaksa untuk bisa hidup tanpa adanya perhatian penuh dari orang tuanya. Biasanya mereka dipaksa untuk mengikuti salah satu dari orang tua mereka atau bahkan ditinggal oleh kedua orang tua mereka dan hidup bersama orang lain, dan ini menyebabkan kondisi psikologi mereka tertekan oleh keadaannya.
a. Segi
Moral
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki moral yang cukup buruk. Bila mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka, mereka bisa secara spontan melepaskan segela ekspresi mereka yang terpendam. Seolah-olah mereka seperti sedang mencari perhatian dari orang yang ada disekitarnya. Namun seringnya ekspresi yang mereka tunjukan malah cenderung kearah yang negative.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki moral yang cukup buruk. Bila mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka, mereka bisa secara spontan melepaskan segela ekspresi mereka yang terpendam. Seolah-olah mereka seperti sedang mencari perhatian dari orang yang ada disekitarnya. Namun seringnya ekspresi yang mereka tunjukan malah cenderung kearah yang negative.
b. Segi
Mental
Anak/remaja dalam golongan ini, cenderung memiliki mental yang buruk. Mereka cepat sekali putus asa atau menyerah. Mereka juga memiliki tempramen yang buruk, anak/remaja dalam golongan ini mudah sekali tersinggung bila ada orang yang menegurnya. Sehingga orang yang berada disekitra mereka cenderung memilih diam walaupun anak/remaja itu melakukan sesuatu yang salah.
Anak/remaja dalam golongan ini, cenderung memiliki mental yang buruk. Mereka cepat sekali putus asa atau menyerah. Mereka juga memiliki tempramen yang buruk, anak/remaja dalam golongan ini mudah sekali tersinggung bila ada orang yang menegurnya. Sehingga orang yang berada disekitra mereka cenderung memilih diam walaupun anak/remaja itu melakukan sesuatu yang salah.
c. Segi
Pergaulan
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung memilih-milih teman. Mereka akan berusaha mencari teman yang mau menerima mereka tanpa harus menyinggung perasaan mereka. Biasanya teman-temannya adalah orang yang cenderung hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, sehingga mereka tidak mau tahu urusan atau problem apa yang sedang teman mereka rasakan. Mereka menganggap teman hanyalah orang yang bisa diajak bersenang-senang.
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung memilih-milih teman. Mereka akan berusaha mencari teman yang mau menerima mereka tanpa harus menyinggung perasaan mereka. Biasanya teman-temannya adalah orang yang cenderung hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri, sehingga mereka tidak mau tahu urusan atau problem apa yang sedang teman mereka rasakan. Mereka menganggap teman hanyalah orang yang bisa diajak bersenang-senang.
d. Segi
Prestasi
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung memiliki prestasi yang dibawah standar. Dikarenakan cepatnya mereka putus asa dan berkata tidak bisa, sehingga usaha dan niat mereka terbuang sia-sia atau malah disalurkan untuk bersenang-senang dengan teman-teman mereka. Tetapi ada juga anak/remaja dari golongan ini yang bisa memiliki sejumlah prestasi yang baik, karena dia menyadari akan kekurangannya dan melampiaskan segala emosi mereka kedalam model yang lain.
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung memiliki prestasi yang dibawah standar. Dikarenakan cepatnya mereka putus asa dan berkata tidak bisa, sehingga usaha dan niat mereka terbuang sia-sia atau malah disalurkan untuk bersenang-senang dengan teman-teman mereka. Tetapi ada juga anak/remaja dari golongan ini yang bisa memiliki sejumlah prestasi yang baik, karena dia menyadari akan kekurangannya dan melampiaskan segala emosi mereka kedalam model yang lain.
3. Anak/remaja
bermasalah
Anak/remaja bermasalah adalah mereka yang memiliki tabiat atau kebiasaan yang cenderung condong kearah negative. Ini disebabkan oleh dua faktor yang pertama dari keluarga, bagaiman peran orang tua dalam mendidik mereka ditengah keluarga dan yang kedua adalah dari pergaulannya ditengah masyarakat dimana dia masuk didalam pergaulan yang tidak sehat dan justru menjerumuskannya kedalam sebuah problem.
Anak/remaja bermasalah adalah mereka yang memiliki tabiat atau kebiasaan yang cenderung condong kearah negative. Ini disebabkan oleh dua faktor yang pertama dari keluarga, bagaiman peran orang tua dalam mendidik mereka ditengah keluarga dan yang kedua adalah dari pergaulannya ditengah masyarakat dimana dia masuk didalam pergaulan yang tidak sehat dan justru menjerumuskannya kedalam sebuah problem.
a. Segi
Moral
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki moral yang baik. Mereka memiliki sopan santun yang baik kepada orang lain. Akan tetapi disatu sisi mereka hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Mereka bisa dianggap anak/remaja yang pemalas. Mereka akan terus mencari sesuatu atau apapun yang bisa menyenangkan dirinya sendiri, sehingga segala peraturan atau tata tertib yang berlakupun mereka langgar demi kesenangan pribadi.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki moral yang baik. Mereka memiliki sopan santun yang baik kepada orang lain. Akan tetapi disatu sisi mereka hanya memikirkan kepentingan mereka sendiri. Mereka bisa dianggap anak/remaja yang pemalas. Mereka akan terus mencari sesuatu atau apapun yang bisa menyenangkan dirinya sendiri, sehingga segala peraturan atau tata tertib yang berlakupun mereka langgar demi kesenangan pribadi.
b. Segi
Mental
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki mental yang baik dalam menghadapi segala sesuatu. Mereka cenderung merupakan anak-anak yang ceria, mudah bergaul dan berteman.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki mental yang baik dalam menghadapi segala sesuatu. Mereka cenderung merupakan anak-anak yang ceria, mudah bergaul dan berteman.
c. Segi
Pergaulan
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki banyak teman, tapi sayangnya teman-teman mereka ini kebanyakan adalah pribadi-pribadi yang kerap bermasalah atau sering melanggar aturan-aturan yang berlaku demi kesenangan mereka sendiri. Sehingga anak/remaja dalam golongan ini sering terbawa arus pergaulan mereka sendiri, karena kebanyakan dari mereka menomor satukan pertemanan.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki banyak teman, tapi sayangnya teman-teman mereka ini kebanyakan adalah pribadi-pribadi yang kerap bermasalah atau sering melanggar aturan-aturan yang berlaku demi kesenangan mereka sendiri. Sehingga anak/remaja dalam golongan ini sering terbawa arus pergaulan mereka sendiri, karena kebanyakan dari mereka menomor satukan pertemanan.
d. Segi
Prestasi
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung memiliki prestasi yang sama dengan anak dari keluarga broken home. Bukan hanya semangat belajar dan prestasi yang buruk, tetapi juga akhlak mereka disekolah. Mereka sering dipanggil oleh guru atau dipanggil oleh kepala asrama karena mereka sering melanggar tatatertib dan aturan yang berlaku. Sehingga orang disekitar mereka yang melihat dia cenderung memberi “cap” sebagai anak yang penuh masalah.
Anak/remaja dalam golongan ini cenderung memiliki prestasi yang sama dengan anak dari keluarga broken home. Bukan hanya semangat belajar dan prestasi yang buruk, tetapi juga akhlak mereka disekolah. Mereka sering dipanggil oleh guru atau dipanggil oleh kepala asrama karena mereka sering melanggar tatatertib dan aturan yang berlaku. Sehingga orang disekitar mereka yang melihat dia cenderung memberi “cap” sebagai anak yang penuh masalah.
4. Anak/remaja
yang nakal
Menurut UU No. 3 Tahun 1997 pasal 1, pengertian anak nakal adalah:
Menurut UU No. 3 Tahun 1997 pasal 1, pengertian anak nakal adalah:
I.
Anak yang melakukan tindak pidana atau
II.
Anak yang melakukan perbuatan yang
dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut peraturan perundang-undangan
maupun menurut hukum lain yang hidup dan berlaku dalam masyarakat bersangkutan.
Dari pengertian anak
nakal menurut UU diatas dapat disimpulkan kalau perbuatan yang mereka lakukan
condong kearah yang negative sampai melakukan tindak pidana. Namun anak/remaja
yang nakal disini yang saya maksud adalah mereka yang memang melanggar aturan yang berlaku, namun
dari segi pelanggrannya sendiripun bisa dikatan wajar untuk anak/remaja
diasrama maupun disekolah. Mereka tetap aktif dalam berbagai macam kegiatan
yang ada dan tidak semua aturan itu mereka langgar. Selain itu kebanyakan dari
mereka juga ada yang berprestasi dalam bidang akademik maupun non-akademik.
a. Segi
Moral
Anak/remaja dalam golongan ini malah bisa memposisikan atau mengontrol sikap mereka didepan orang banyak, sehingga bila dilihat secara sejenak mereka memiliki sopan santun yang baik dan mampu bersikap lebih matang. Mereka dari golongan ini malah aktif dalam berbagai macam bentuk kegiatan organisasi dilingkungan sekolah, masyarakat, maupun asrama. Namun dibalik itu semua anak/remaja dalam golongan ini tidak suka kalau hidup yang penuh aturan. Mereka cenderung mencari jati diri mereka dengan pergi kesana-kemari bersama teman-teman mereka walaupun itu melanggar aturan dari asrama sekalipun.
Anak/remaja dalam golongan ini malah bisa memposisikan atau mengontrol sikap mereka didepan orang banyak, sehingga bila dilihat secara sejenak mereka memiliki sopan santun yang baik dan mampu bersikap lebih matang. Mereka dari golongan ini malah aktif dalam berbagai macam bentuk kegiatan organisasi dilingkungan sekolah, masyarakat, maupun asrama. Namun dibalik itu semua anak/remaja dalam golongan ini tidak suka kalau hidup yang penuh aturan. Mereka cenderung mencari jati diri mereka dengan pergi kesana-kemari bersama teman-teman mereka walaupun itu melanggar aturan dari asrama sekalipun.
b. Segi
Mental
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki mental yang baik, mereka tidak mudah putus asa dalam menghadapi sesuatu malahan mereka berusaha menyelesaikan sesuatu yang mereka anggap rumit. Mereka juga tidak mudah tersinggung bila ditegur oleh orang lain, malahan mereka yang kerap kali menegur orang lain.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki mental yang baik, mereka tidak mudah putus asa dalam menghadapi sesuatu malahan mereka berusaha menyelesaikan sesuatu yang mereka anggap rumit. Mereka juga tidak mudah tersinggung bila ditegur oleh orang lain, malahan mereka yang kerap kali menegur orang lain.
c. Segi
Pergaulan
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki teman yang relatif banyak, seperti sebelumnya ini dikarenakan mereka aktif dalam berbagai kegiatan di masyarakat, sekolah, maupun diasrama mereka sendiri. Ini membuat mereka memiliki banyak teman dan kenalan dimanapun. Dari asrama mereka, sekolah, sampai dimasyarakat sekitar. Selain itu sifat atau watak mereka yang ceria membuat orang disekitar mereka merasa nyaman dengan mereka.
Anak/remaja dalam golongan ini memiliki teman yang relatif banyak, seperti sebelumnya ini dikarenakan mereka aktif dalam berbagai kegiatan di masyarakat, sekolah, maupun diasrama mereka sendiri. Ini membuat mereka memiliki banyak teman dan kenalan dimanapun. Dari asrama mereka, sekolah, sampai dimasyarakat sekitar. Selain itu sifat atau watak mereka yang ceria membuat orang disekitar mereka merasa nyaman dengan mereka.
d. Segi
Prestasi
Anak/remaja dalam golongan ini sejauh pengamatan saya banyak dari mereka yang menoreh prestasi, tetapi juga ada beberapa dari mereka malah jatuh dalam prestasi mereka. Dikarenakan sifat mereka yang tidak suka terhadap aturan membuat mereka cenderung dalam melakukan segala sesuatu lebih merasa enjoy, ini dikarenakan mereka juga masih memikirkan tanggung jawab mereka sebagai seorang pelajar. Tetapi juga ada sebagaian dari mereka yang tak mau diatur tetapi juga lupa akan tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang pelajar sehingga prestasi mereka menjadi jatuh.
Anak/remaja dalam golongan ini sejauh pengamatan saya banyak dari mereka yang menoreh prestasi, tetapi juga ada beberapa dari mereka malah jatuh dalam prestasi mereka. Dikarenakan sifat mereka yang tidak suka terhadap aturan membuat mereka cenderung dalam melakukan segala sesuatu lebih merasa enjoy, ini dikarenakan mereka juga masih memikirkan tanggung jawab mereka sebagai seorang pelajar. Tetapi juga ada sebagaian dari mereka yang tak mau diatur tetapi juga lupa akan tanggung jawab dan kewajiban sebagai seorang pelajar sehingga prestasi mereka menjadi jatuh.
5. Saran
dan Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa anak/remaja yang hidup diasrma memilik banyak sekali latar belakang dan watak yang berbeda-beda yang mana dapat mempengauhi watak perkembangannya dan mempengaruhi relasinya dengan orang yang ada disekitarnya. Maka dari itu peran pendamping sebagai orang yang dipercayakan oleh orang tua anak/remaja yang dititipkan kepada Yayasan atau Lembaga tersebut sangat dibutuhkan demi mendukung tumbuh kembangnya watak dan relasi anak/remaja. Disarankan untuk para pendaming agar lebih memahami latar belakang dan watak para anak/remaja agar dalam memberikan pendampingan maupun arahan dapat lebih efisien dan tepat pada sasaran yang dituju.
Dapat disimpulkan bahwa anak/remaja yang hidup diasrma memilik banyak sekali latar belakang dan watak yang berbeda-beda yang mana dapat mempengauhi watak perkembangannya dan mempengaruhi relasinya dengan orang yang ada disekitarnya. Maka dari itu peran pendamping sebagai orang yang dipercayakan oleh orang tua anak/remaja yang dititipkan kepada Yayasan atau Lembaga tersebut sangat dibutuhkan demi mendukung tumbuh kembangnya watak dan relasi anak/remaja. Disarankan untuk para pendaming agar lebih memahami latar belakang dan watak para anak/remaja agar dalam memberikan pendampingan maupun arahan dapat lebih efisien dan tepat pada sasaran yang dituju.
Foto
Beberapa sertifikat dan
piagam yang diperoleh.







